Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2021

Megawati: Pentingnya Baguna Partainya, Dalam Meningkatkan Kemapuan Para Anggotanya

Jakarta - Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menyampaikan pentingnya keberadaan Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) partainya. Karena itu, penting untuk meningkatkan kemampuan para anggotanya. Hal itu disampaikan saat membuka pelatihan dasar manajemen bencana dan pengendalian operasi pencarian dan pertolongan bagi pengurus Badan Penanggulangan Bencana ( Baguna ) DPD dan DPC di seluruh Indonesia secara online, Selasa (28/9/2021). Lebih lanjut, Megawati memberikan contoh alasan Baguna selalu mendirikan dapur umum di setiap oprasi penanganan bencana. Misalnya ketika bencana di Provinsi NTT beberapa waktu lalu. Baguna menghadirkan bantuan dapur umum untuk menyiapkan logistik dan makanan untuk para korban bencana. Untuk membantu warga yang kebingungan saat bencana. "Karena itu, memang di dalam instruksi partai, saya selalu meminta terutama pada Baguna, untuk selalu menyiapkan diri di dalam rangka membantu bencana,"kata Megawati. Sementara itu Sekretaris J...

Pakar Survei Politik Mengatakan Akan Sulit Koalisi Benang Kuning Partai Alumni Golkar Bisa Bersatu Dalam Pemilu 2024

DKI Jakarta -  Direktur Eksekutif Lembaga Survei KedaiKopi Kunto Adi Wibowo menilai partai Golkar serta partai pecahannya, Gerindra, NasDem, serta Hanura, sulit untuk bersatu berkoalisi di Pemilu 2024. Penyebabnya, partai-partai terlihat memiliki kepentingan yang berbeda-beda. "Jadi kalau menurut saya, kepentingan partai-partai alumni Golkar ini tidak disatukan oleh satu kepentingan yang sama atau dipayungi oleh kepentingan Golkar yang dulu," ujar Kunto kepada wartawan, Rabu (22/9). Kunto melihat, Golkar dan Gerindra masing-masing menikmati suara mereka yang besar terlihat dari hasil Pemilu 2019 lalu. Kemudian NasDem saat ini terlihat merapat untuk mengusung Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Capres . Tak ada betul-betul tokoh yang bisa menyatukan koalisi graduates Partai Golkar. Kunto melihat ada Prabowo Subianto dari Gerindra yang bisa jadi tokoh sentral. Tetapi Prabowo belum tentu bisa mengikat koalisi. Pesimis Gerindra dan NasDem bisa bersatu. "Kalo menurut...

BNPT Memperingatkan Aksi Teror KKB Pada Saat Penyelanggaraan PON di Papua

Jakarta -  Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengantisipasi serangan terorisme dan kelompok kriminal bersenjata (KKB) ketika penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. BNPT terus berkoordinasi dengan jaringan intelijen. "Berkaitan dengn pelaksanaan PON di Papua pada tanggal 2-15 Oktober mendatang, kami tentu berkoordinasi terus dengan jaringan intelijen yang ada," ujar Kepala BNPT Komjen Pol Boy Rafli Amar saat rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPR RI, Rabu (15/9). Young boy mengatakan, pihaknya telah memberikan masukan untuk meningkatkan kewaspadaan supaya negara tidak dipermalukan dengan aksi teror tersebut. "Karena serangan terorisme dalam PON itu adalah sebuah keniscayaan. Kita tentu tidak ingin dipermalukan dengan aksi-aksi itu," ujarnya. Kid menyebut akhir Mei lalu telah dilakukan penangkapan 11 warga di Merauke karena berkaitan dengan ISIS. Belum lagi awal tahun 2020 terjadi aksi kekerasan KKB dilakukan bukan di kawasan pegun...

Lembaga Survei Indonesia Melakukan Survei Terkait Kinerja Jokowi 5,7% Masyarakat Puas, Kinerja Ma'ruf Amin 32,7%

Jakarta -  Lembaga Arus Survei Indonesia melakukan survei terkait kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin selama pandemi Covid-19. Hasil survei menunjukkan publik puas terhadap kinerja Presiden Jokowi di angka 57,2 persen. Sedangkan 35,7 persen publik menyatakan tidak puas dengan kinerja kepala negara. "Kalau kita bicara approval ranking, kepuasan kinerja Presiden itu relatif lumayan di angka 57,2 persen masyarakat puas dengan kinerja Presiden, sementara yang tidak puas di angka 35,7 persen, sisanya 7,1 persen mengaku tidak tahu tidak jawab," kata Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia Ali Rifan saat memaparkan hasil survei Arus Survei Indonesia bertema Evaluasi Publik Terhadap Penanganan Pandemi dan Peta Elektoral 2024 secara digital, Rabu (8/9). Sementara itu, publik lebih banyak menyatakan tidak puas terhadap kinerja Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Ma'ruf hanya mendapat tingkat kepuasan publik 32,7 persen, sedan...

Wakil Ketua MPR RI Tak Ingin Isu Amandemen UUD 1945 Menjadi Bola Tendang

Jakarta -  Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mengatakan, pembahasan UUD 1945 perlu dipertimbangkan matang dan mengikuti tata bernegara yang baik. Dia tak ingin isu wacana amandemen yang mengemuka belakangan ini menjadi bola phony. "Kehati-hatian sangat diperlukan. jangan sampai juga segala macam ide, usul, upaya, wacana yang berkembang saat ini berubah menjadi bola phony yang tidak bisa kita kendalikan dan malah akhirnya merusak tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya dalam diskusi Urgensi Amandemen UUD 1945 di Masa Pandemi, Rabu (1/9). Rerie, sapaan akrabnya mengingatkan, situasi pandemi Covid-19 belum selesai dan permasalahan bangsa begitu banyak. Sebaiknya, energi yang dimiliki disatukan untuk menyelesaikan masalah-masalah utama. "Termasuk kalau dianggap amandemen sebuah keutamaan, marilah ini dilakukan dengan baik sebenar-benarnya. Sekali lagi lihat kepentingan dan kemaslahatan," ucapnya. Politisi NasDem ini mengungkapkan, MPR RI belum memutusk...