Lembaga Survei Indonesia Melakukan Survei Terkait Kinerja Jokowi 5,7% Masyarakat Puas, Kinerja Ma'ruf Amin 32,7%

JakartaLembaga Arus Survei Indonesia melakukan survei terkait kinerja pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden (Wapres) Ma'ruf Amin selama pandemi Covid-19. Hasil survei menunjukkan publik puas terhadap kinerja Presiden Jokowi di angka 57,2 persen. Sedangkan 35,7 persen publik menyatakan tidak puas dengan kinerja kepala negara.

"Kalau kita bicara approval ranking, kepuasan kinerja Presiden itu relatif lumayan di angka 57,2 persen masyarakat puas dengan kinerja Presiden, sementara yang tidak puas di angka 35,7 persen, sisanya 7,1 persen mengaku tidak tahu tidak jawab," kata Direktur Eksekutif Arus Survei Indonesia Ali Rifan saat memaparkan hasil survei Arus Survei Indonesia bertema Evaluasi Publik Terhadap Penanganan Pandemi dan Peta Elektoral 2024 secara digital, Rabu (8/9).

Sementara itu, publik lebih banyak menyatakan tidak puas terhadap kinerja Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Ma'ruf hanya mendapat tingkat kepuasan publik 32,7 persen, sedangkan tidak puas 57,1 persen.

"Kalau kinerja Wakil Presiden itu yang puas di angka 32,7 persen, sementara yang tidak puas di angka 57,1 persen, sisanya 10,2 persen mengaku tidak tahu tidak jawab," ucapnya.

"Ini memang kalau baca data dua duanya ada penurunan dibanding survei kami sekitar empat bulan lalu baik Presiden dan Wakil Presiden," tandas Ali.

Survei ini dilakukan secara nasional di 34 provinsi di Indonesia dengan metode penarikan sampel adalah multistage random sampling. Jumlah responden yakni 1200 dengan margin of mistake +/ - 2.9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Pengambilan data survei pada 26 Agustus sampai 3 September 2021. Survei dilakukan dengan cara telesurvei yaitu responden wawancara melalui kontak telepon menggunakan kuesioner. Nomor telepon responden dalam survei ini didapat dari data source survei tatap muka lembaga Arus Survei Indonesia sejak 2019 hingga 2021.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Panitia Muktamar Rubah Jadwal Muktamar Lebih Cepat Jadi 22 Desember

Partai Nasdem Terus Berusaha Merayu Gubernur Merayu Ridwan Kamil

Pansus Mengatakan untuk Fokus Membahas RUU Ibu Kota Negara